Di sebuah sudut Kota Pare Pare, Sulawesi Selatan, terdapat sebuah toko cemilan yang kini menjadi tempat favorit masyarakat, yaitu Bahar Snack Shop. Kisah sukses Bahar, pemilik toko ini, menggambarkan perjalanan bisnis dari nol hingga berhasil menembus pasar lokal dan membuat inovasi yang menarik. Kisah ini tidak hanya membanggakan Pare Pare, namun juga menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM di Indonesia.
Bahar lahir dan besar di Pare Pare. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya berjualan di pasar tradisional. Pengalaman itu membentuk karakter dan jiwa usaha Bahar. Setelah selesai SMA, Bahar pernah merantau ke Makassar untuk bekerja sebagai staf administrasi di sebuah toko grosir. Namun, hasratnya untuk menjadi pengusaha sendiri semakin besar.
Pada tahun 2012, Bahar memutuskan pulang ke Pare Pare dan mulai merintis usaha sendiri. Ia melihat peluang besar dalam usaha makanan ringan, sebab permintaan cemilan di kota Pare Pare cukup tinggi, terutama dari kalangan anak-anak sekolah dan pekerja kantor. Berbekal modal tabungan, Bahar membeli bahan-bahan sederhana seperti kacang, keripik pisang, dan rempeyek.
Bahar memulai usahanya dari rumah. Awalnya, hanya keluarganya yang membantu proses produksi. Untuk menghemat biaya, Bahar sendiri yang memasak, mengemas, dan menjual cemilan secara langsung ke pelanggan. Ia juga menawarkan produk cemilannya ke warung-warung kecil di sekitar rumah.
Tantangan terbesar Bahar saat itu adalah persaingan dengan merek-merek cemilan besar dari luar daerah. Namun, kualitas rasa cemilan Bahar yang unik dan penggunaan bahan baku lokal menjadi nilai lebih. Perlahan, produk Bahar Snack Shop mulai dikenal masyarakat Pare Pare, terutama karena inovasi rasa dan kemasan menarik.
"Saya percaya, usaha kecil bisa besar asal ada kejujuran dan inovasi. Semua ini berawal dari rumah dan doa," kata Bahar dalam sebuah wawancara lokal.
Setelah mulai dikenal, Bahar berfokus pada pengembangan usaha dengan strategi pemasaran yang kreatif. Salah satu strategi utama adalah kolaborasi dengan sekolah, perkantoran, dan toko-toko modern. Bahar juga membentuk tim keluarga untuk membantu produksi dan distribusi.
Strategi-strategi tersebut berhasil mengembangkan pasar Bahar Snack Shop. Usahanya dirintis tidak hanya menargetkan warga Pare Pare, tetapi juga mengirim pesanan ke kota-kota lain di Sulawesi Selatan.
Bahar percaya bahwa kekuatan utama usahanya terletak pada resep lokal yang diwariskan keluarga. Cemilan seperti keripik pisang renyah, kacang rempeyek, dan kue kering dibuat dengan bumbu khas Sulawesi Selatan. Tidak sedikit pelanggan yang datang hanya untuk menikmati cita rasa otentik yang jarang ditemukan di pasar lain.
Selain terus melakukan inovasi rasa, Bahar juga meluncurkan produk premium seperti snack sehat tanpa pengawet dan gula rendah. Respon masyarakat sangat baik, terutama di era modern yang banyak digemari cemilan sehat dan alami. Inovasi kemasan menjadi faktor penting yang membuat Bahar Snack Shop berbeda dari kompetitor.
Kerja keras Bahar akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2018, Bahar Snack Shop mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Pare Pare sebagai salah satu toko cemilan terbaik yang mendukung UMKM lokal. Tidak hanya itu, Bahar juga sering dipercaya untuk membawakan produknya ke ajang pameran ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.
Penjualan Bahar Snack Shop pun semakin meningkat. Setiap bulan, Bahar mampu menjual lebih dari 500 paket cemilan ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan bahkan mulai merambah ke pulau Jawa melalui marketplace online.
Selain berfokus pada bisnis, Bahar juga aktif membantu masyarakat sekitar. Ia membuka lapangan kerja bagi ibu rumah tangga dan anak muda di lingkungan sekitar yang ingin belajar produksi cemilan. Bahar Snack Shop memberikan pelatihan singkat, sehingga kualitas produk tetap terjaga dan bisa mempercepat proses produksi.
Komitmen Bahar untuk membangun UMKM lokal terus berlanjut. Ia berharap masyarakat Pare Pare semakin berdaya, dan produk-produk lokal bisa bersaing di pasar yang lebih luas. Bahar juga kerap menjadi narasumber di pelatihan bisnis UMKM tingkat kota.
Tak puas dengan pencapaian saat ini, Bahar terus berinovasi dan berencana membangun workshop produksi yang lebih besar. Ia ingin mewujudkan Bahar Snack Shop sebagai brand cemilan Sulawesi Selatan yang dikenal di seluruh Indonesia.
Bahar juga ingin membuka cabang di beberapa kota besar dan memperluas pemasaran melalui platform digital. Ia percaya bahwa transformasi digital bisa membuka pasar lebih luas dan membawa produk Pare Pare mendunia.
Bahar selalu berpesan kepada pelaku usaha baru untuk tidak takut memulai dari kecil dan terus berinovasi. Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah modal, melainkan semangat dan ketekunan. Dengan niat baik, usaha yang sederhana bisa berkembang menjadi besar dan membawa manfaat bagi banyak orang.
"Jangan takut gagal, karena gagal adalah bagian dari proses menuju sukses. Belajarlah dari kegagalan dan selalu percaya pada potensi diri sendiri," ujar Bahar saat menutup presentasi di pelatihan UMKM Pare Pare.
Kisah Bahar dan Bahar Snack Shop adalah bukti nyata bahwa usaha kecil di Pare Pare bisa tumbuh menjadi bisnis yang sukses dengan kerja keras, inovasi, dan komitmen untuk membantu masyarakat. Bahar bukan sekadar pengusaha, tapi juga inspirator yang membawa perubahan positif di lingkungan sekitar.
Melalui usaha cemilan lokal dan semangat pantang menyerah, Bahar mampu membangun brand yang kini menjadi kebanggaan Pare Pare dan menjangkau pelanggan hingga ke luar daerah. Kisah ini menjadi dorongan bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk terus berjuang meraih sukses di bidangnya.