Dewi Astuti, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Bontoa, Maros, memulai langkah pertamanya pada tahun 2010 dengan modal sangat terbatas. Ia terinspirasi dari kebutuhan keluarga dan lingkungan sekitar akan cemilan sehat serta harga terjangkau. Dengan tekad kuat, Dewi memulai usaha kecil-kecilan dari dapur rumahnya berupa kue kering, keripik singkong, dan jagung balado.
Dukungan dari keluarga dan tetangga membuat usaha Dewi perlahan-lahan berkembang. Ia mulai menawarkan snack hasil produksinya ke warung sekitar, sekolah, dan pasar tradisional. Dengan kualitas rasa yang istimewa, Snack Dewi mulai mendapat pelanggan tetap dari daerah Maros dan sekitarnya.
Salah satu kunci sukses Dewi Astuti adalah keberanian berinovasi. Ia terus menambah varian produk cemilan, seperti keripik pisang, sambal kacang, dan beberapa kue olahan lokal khas Sulawesi Selatan. Setiap produk dibuat dengan memperhatikan kualitas bahan baku, kebersihan, dan cita rasa yang sesuai dengan selera masyarakat lokal.
Untuk meningkatkan daya saing, Dewi rajin mengikuti pelatihan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros mengenai pengemasan produk, pemasaran, serta tata kelola usaha. Pada tahun 2015, Snack Dewi mulai menggunakan kemasan modern dan berlabel, sehingga menambah nilai produk di mata konsumen.
Tentu saja, perjalanan Dewi tidak selalu mulus. Ia menghadapi banyak tantangan seperti modal usaha yang terbatas, persaingan dengan produsen snack besar, serta kesulitan distribusi. Namun, Dewi selalu berusaha mencari solusi dengan menambah jaringan pemasaran dan membangun kerjasama dengan toko oleh-oleh di Maros, Makassar, hingga Gowa.
Saat pandemi COVID-19 melanda, penjualan Snack Dewi turun drastis. Dewi memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp untuk mempromosikan produk secara lebih luas. Ia juga menawarkan layanan antar ke rumah pelanggan, yang akhirnya meningkatkan kembali penjualan.
Berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah, Snack Dewi kini dikenal bukan hanya di Maros, namun juga hingga kabupaten lain di Sulawesi Selatan dan beberapa kota di Indonesia. Usaha Dewi mampu membuka lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu di sekitarnya, sehingga mereka mendapatkan tambahan penghasilan secara rutin.
Snack Dewi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Maros, seperti memberikan donasi snack ke panti asuhan dan membantu warga terdampak bencana lokal. Dewi percaya bahwa berbagi adalah salah satu kunci keberkahan usaha.
Melihat tren digitalisasi, Dewi tidak ragu memanfaatkan internet untuk memperluas pemasaran. Ia membuat akun Instagram dan Facebook khusus Snack Dewi, mengunggah foto produk, testimoni pelanggan, serta promo menarik. Di tahun 2022, Dewi mulai menjual snacknya melalui beberapa platform marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.
Strategi pemasaran online ini membuahkan hasil dengan adanya pesanan dari luar Pulau Sulawesi. Beberapa pelanggan kini menjadi reseller, sehingga semakin memperkuat jaringan distribusi produk Snack Dewi.
Kisah Dewi Astuti menjadi inspirasi bagi pengusaha UMKM di Maros. Ia aktif berbagi pengalaman dalam seminar bisnis, pelatihan, dan komunitas pengusaha lokal. Dewi selalu menekankan pentingnya kualitas produk, kejujuran dalam berbisnis, dan keuletan sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan.
Selain itu, Dewi memberi motivasi kepada perempuan di sekitar untuk berani memulai usaha, meski dari hal sederhana. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kemauan belajar, usaha kecil bisa berkembang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.
Dewi Astuti berharap Snack Dewi terus berkembang menjadi brand snack lokal yang makin dikenal di tingkat nasional. Ia ingin produk Snack Dewi menjadi ciri khas oleh-oleh Kabupaten Maros. Dewi juga ingin usahanya mampu terus memberdayakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup ibu rumah tangga, dan memperkenalkan potensi kuliner Sulawesi Selatan ke luar daerah.
Dewi kini sedang merencanakan diversifikasi produk baru, seperti cemilan sehat berbahan lokal serta kemasan eco-friendly, demi menjangkau pasar yang lebih luas dan mengikuti tren gaya hidup sehat. Dengan semangat yang terus menyala, Dewi percaya bahwa usaha snack lokal bisa bersaing dengan produk industri besar.
Kisah Dewi Astuti sebagai pelaku usaha snack dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa kesuksesan bisa diraih berawal dari keuletan dan kegigihan. Snack Dewi kini menjadi contoh nyata UMKM yang mampu menghadirkan produk berkualitas, memberikan dampak sosial, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Jika Anda berkunjung ke Kabupaten Maros, jangan lupa mencari Snack Dewi sebagai oleh-oleh khas lokal, hasil karya tangan-tangan ibu rumah tangga yang penuh semangat dan dedikasi.