Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kini dikenal bukan hanya sebagai sentra pertanian, tetapi juga sebagai pusat kuliner inovatif. Salah satu pelaku usaha yang sukses membawa nama Maros dalam dunia kuliner adalah Eka Putri, pendiri dan pemilik Cake Eka. Perjalanan Eka Putri membangun bisnis cake di daerah ini bukanlah tanpa tantangan, namun ketekunan dan inovasi mampu mengantarkan Cake Eka menjadi merek yang digemari banyak orang.
Eka Putri memulai usahanya pada tahun 2015. Terinspirasi dari kecintaannya terhadap dunia baking, Eka mulai bereksperimen membuat cake berbagai rasa di dapurnya sendiri. Awalnya, produk cake Eka hanya dipasarkan di lingkungan sekitar melalui media sosial dan word of mouth. Namun respons positif terus berdatangan, terutama karena kualitas rasa yang unik serta tampilan cake yang menarik.
Eka Putri sangat percaya bahwa kunci sukses adalah berani mencoba dan mau belajar hal baru. Untuk memperdalam pengetahuan tentang baking, Eka aktif mengikuti webinar, workshop, dan kelas baking baik online maupun offline. Ia juga belajar dari pengalaman pelanggan dalam memberikan feedback, sehingga selalu melahirkan produk yang lebih baik.
Setelah dua tahun menjalankan usaha dari rumah, Eka Putri mulai merasakan permintaan yang meningkat. Kekurangan kapasitas produksi menjadi kendala, namun Eka mengambil keputusan besar untuk membuka outlet Cake Eka sederhana di pinggir jalan utama Maros. Outlet ini menjadi titik balik dalam perjalanan bisnisnya. Banyak orang mulai mengenal Cake Eka dan produk-produk baru pun bermunculan, seperti cake pisang, cake coklat, cheese cake, hingga produk kue ultah custom.
Teknologi juga dimanfaatkan secara optimal oleh Eka. Ia mengembangkan sistem pemesanan online via WhatsApp dan Instagram, serta memanfaatkan layanan pengantaran. Inovasi ini memudahkan pelanggan mendapatkan cake favorit tanpa harus keluar rumah, terutama di masa pandemi.
Cake Eka dikenal karena beberapa keunggulan yang menjadi ciri khas:
Eka Putri selalu memastikan bahan yang dipilih berasal dari petani lokal sehingga sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Ia percaya, produk yang enak dan sehat akan selalu memiliki pelanggan setia.
Dalam perjalanannya, Eka Putri menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan modal, perubahan tren selera masyarakat, hingga tantangan pemasaran di era digital. Namun, ia belajar untuk beradaptasi dan selalu mencari solusi.
Salah satu tantangan besar adalah saat pandemi, di mana penjualan menurun drastis karena ada pembatasan aktivitas. Pada masa itu, Eka melakukan inovasi dengan membuka kelas baking online dan memberi pelatihan pada ibu-ibu rumah tangga di sekitar Maros untuk membuat cake sendiri dari rumah. Tak hanya meningkatkan omzet, pelatihan ini juga memberikan dampak sosial yang positif.
Cake Eka kini tidak hanya dikenal sebagai produk cake, tetapi juga sebagai inspirasi bagi pelaku UMKM di Maros dan sekitarnya. Eka Putri aktif membagikan pengalaman dan pengetahuan melalui seminar dan pelatihan UMKM. Ia ingin lebih banyak perempuan di Maros berani memulai bisnis dan bisa mandiri secara ekonomi.
Saat ini, Eka Putri telah mempekerjakan lebih dari 15 orang pegawai lokal di outlet dan dapurnya. Usahanya juga menjadi tempat belajar bagi mahasiswa dan pelajar yang ingin mendalami entrepreneurship. Eka Putri yakin bahwa kolaborasi dan berbagi pengetahuan dapat membuat UMKM di Sulawesi Selatan semakin berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Cake Eka juga mulai menarik perhatian pasar luar Maros. Eka Putri bermimpi untuk memiliki cabang di kota-kota besar Sulawesi Selatan, bahkan hingga Makassar dan Pare-Pare. Ia juga ingin mengembangkan varian cake dengan cita rasa khas lokal yang bisa dinikmati oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Dalam wawancara terbaru, Eka Putri menyampaikan bahwa fokus ke depan adalah meningkatkan branding, inovasi produk, dan memperluas jangkauan pemasaran dengan kerjasama bersama marketplace lokal.
Kisah Eka Putri mengajarkan pentingnya konsistensi, tekad, dan keberanian dalam berbisnis. Tidak hanya tentang profit, tetapi juga bagaimana sebuah usaha dapat memberi dampak positif pada lingkungan sekitar.
“Kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Siapapun bisa sukses jika mau berusaha dan terus belajar,” tegas Eka Putri yang selalu menjadi motivator bagi banyak perempuan dan anak muda di Maros.
Kisah sukses Eka Putri dan Cake Eka menjadi bukti bahwa usaha yang bermula dari niat baik dan kerja keras akan membuahkan hasil yang menginspirasi. Kabupaten Maros dan Sulawesi Selatan kini memiliki satu lagi tokoh wirausaha perempuan yang mampu membawa nama daerahnya ke tingkat nasional.