Kota Pare Pare di Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan yang dinamis. Di tengah geliat perekonomian kota ini, tumbuh berbagai bisnis yang menjadi inspirasi banyak orang. Salah satunya adalah kisah Haryati, seorang wanita tangguh yang mengukir kesuksesan melalui usaha Pare Pare Frozen Food. Berikut adalah kisah inspiratif perjalanan Haryati membangun brand lokal yang kini telah dikenal luas dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam produk makanan beku.
Haryati memulai usahanya pada tahun 2016 dengan modal yang sangat terbatas, hanya sekitar dua juta rupiah. Berbekal pengalaman membantu keluarganya berjualan di pasar tradisional dan keinginan membantu perekonomian keluarga, Haryati bertekad untuk mengembangkan usaha sendiri. Ia melihat peluang di sektor makanan beku, khususnya olahan seperti bakso, nugget, sosis, dan aneka makanan ringan yang semakin diminati masyarakat perkotaan.
"Awalnya saya hanya coba-coba dengan membuat bakso sendiri, lalu ditawarkan ke tetangga. Ternyata responnya sangat baik, dari situ saya mulai memberanikan diri mengembangkan bisnis frozen food," ungkap Haryati.
Perlahan namun pasti, dari hanya beberapa kilo olahan bakso dan nugget, produksi Haryati bertambah karena permintaan terus meningkat. Ia pun mulai mempelajari resep-resep baru melalui internet dan berbagai pelatihan kecil-kecilan yang diadakan di Pare Pare.
Tantangan terbesar di awal usaha adalah bagaimana memperkenalkan produk ke masyarakat yang sudah terbiasa dengan produk makanan beku merek luar daerah. Namun, Haryati tidak patah semangat. Ia mulai menggunakan merk Pare Pare Frozen Food agar lebih mudah diingat dan membawa nuansa lokal.
Strategi branding dilakukan Haryati dengan memperhatikan kualitas bahan baku, menjaga kebersihan produksi, kemasan menarik, serta pelayanan yang ramah. Produk-produknya pun dijual tidak hanya dari rumah, tetapi juga ke warung-warung, kantin sekolah dan bahkan via online marketplace serta media sosial.
Pandemi COVID-19 yang melanda pada 2020 memberikan tantangan luar biasa bagi para pelaku usaha, termasuk Haryati. Namun, momen ini juga menjadi peluang baru. Permintaan makanan beku justru melonjak karena masyarakat memilih stok makanan praktis yang tahan lama.
Melihat peluang ini, Haryati semakin meningkatkan produksi dan memperkuat penjualan online dengan layanan antar. Ia juga membuka sistem reseller dan dropshipper, memberi peluang bagi ibu rumah tangga dan mahasiswa untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Berkat kegigihan dan inovasinya, usaha Haryati semakin berkembang pesat. Kini, produksi Pare Pare Frozen Food telah mencapai lebih dari 300 kilogram produk makanan beku setiap bulannya yang dipasarkan tidak hanya di Pare Pare, tetapi juga hingga ke kota-kota sekitar seperti Barru, Pinrang, dan Sengkang.
"Kunci sukses usaha saya adalah tetap menjaga kualitas, mendengarkan masukan pelanggan, dan terus belajar mengembangkan diri," jelas Haryati saat menerima penghargaan.
Selain menyejahterakan keluarga, Haryati juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar. Ia kini mempekerjakan lima orang karyawan tetap untuk membantu produksi dan pengemasan. Selain itu, ia juga rutin berbagi pengalaman kewirausahaan serta membina pelatihan bagi kaum ibu-ibu dan remaja di Pare Pare yang ingin merintis usaha sendiri.
Kepedulian Haryati terhadap masyarakat sekitar telah membuatnya menjadi sosok inspiratif. Banyak pelaku usaha kecil di Pare Pare yang kini termotivasi mengembangkan produk makanan lokal dengan branding yang kuat dan kualitas yang tidak kalah dengan produk pabrikan besar.
Haryati memiliki visi besar untuk usahanya ke depan. Ia ingin mendirikan pabrik kecil sendiri agar proses produksi lebih efisien dan bisa menambah variasi produk. Ia juga ingin membuka gerai khusus Pare Pare Frozen Food yang dapat menjadi pusat oleh-oleh khas Kota Pare Pare serta memperluas jangkauan penjualan hingga ke kota-kota besar di Sulawesi dan luar pulau.
Ia berharap, usaha Pare Pare Frozen Food tak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan mengangkat nama Kota Pare Pare sebagai salah satu sentra produk makanan olahan berkualitas di Sulawesi Selatan.
Kisah perjalanan Haryati bersama Pare Pare Frozen Food menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para pelaku UMKM di Sulawesi Selatan. Ketekunan, inovasi, dan keberanian memulai dari bawah adalah kunci utama keberhasilan yang ia raih. Kini, lewat produk berkualitas lokal, Haryati membuktikan bahwa usaha rumahan pun bisa berkembang pesat dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Semoga kisah ini dapat memotivasi Anda untuk terus berjuang dan berinovasi dalam menggapai impian.