Kota Pare Pare di Sulawesi Selatan dikenal sebagai kota pelabuhan yang kaya akan budaya dan kuliner. Salah satu kisah inspiratif yang berasal dari kota ini adalah perjalanan sukses Rosmini, seorang wanita yang mengawali bisnis pastry secara sederhana, namun kini telah memperkenalkan Pare Pare Pastry hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.
Rosmini lahir dan besar di Pare Pare, di lingkungan keluarga sederhana. Ketertarikannya terhadap dunia kuliner sudah terlihat sejak kecil ketika ia sering membantu ibunya membuat kue tradisional seperti Barongko, Jepa, dan Kue Bugis pada acara keluarga atau hari raya. Dari situ ia menyadari, kebahagiaan bisa tercipta dari makanan yang dibuat dengan hati.
Tahun 2015 menjadi titik awal perjalanan bisnis Rosmini. Berbekal tabungan hasil bekerja sebagai pegawai administrasi, Rosmini mulai memproduksi kue-kue pastry dengan cita rasa lokal, memadukan teknik pastry modern dengan bahan baku khas Sulawesi Selatan. Awalnya, ia hanya menawarkan produknya kepada tetangga dan teman-teman, dengan modal dapur sederhana di rumah.
Menu yang dihadirkan cukup unik, seperti puff barongko, tart pisang susu, croissant klepon, dan brownies ubi jalar. Kelezatan dan inovasi resep membuat Pare Pare Pastry cepat dikenal masyarakat.
Walau kini bisnisnya sukses, perjalanan Rosmini tidaklah mudah. Ia harus menghadapi tantangan modal terbatas, persaingan dengan produk pabrik, dan keterbatasan distribusi. Sempat beberapa kali gagal mendapatkan pelanggan, Rosmini tidak putus asa. Ia mengikuti pelatihan UMKM dari pemerintah kota Pare Pare, belajar tentang pemasaran digital dan pengemasan produk.
Rosmini juga menghadapi tantangan pemilihan bahan baku yang kualitasnya tidak selalu konsisten. Namun, hal tersebut mendorongnya membangun jaringan dengan petani lokal, sehingga bahan baku Pare Pare Pastry selalu segar dan berkualitas.
Salah satu strategi penting yang diterapkan Rosmini adalah memanfaatkan media sosial untuk promosi. Instagram dan Facebook dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, mengedukasi pelanggan tentang cerita di balik masing-masing pastry, dan menerima pesanan secara online. Dengan foto-foto menarik dan konten kreatif, Pare Pare Pastry menjadi viral di kalangan anak muda dan keluarga di Sulawesi Selatan.
Selain itu, Rosmini turut mengikuti bazar kuliner dan festival UMKM lokal. Momen ini ia gunakan untuk menawarkan sampel gratis dan membangun relasi secara langsung dengan pelanggan. Kerja kerasnya berbuah hasil: pada tahun 2018, produknya mulai dijual di beberapa kafe dan toko oleh-oleh Pare Pare.
Pare Pare Pastry tidak hanya berhenti pada resep tradisional. Rosmini menciptakan inovasi dengan menggabungkan bahan-bahan lokal seperti kacang mete, keju lokal, dan buah tropis ke dalam pastry. Bahkan, ia membuat pastry khusus sesuai permintaan pelanggan, seperti kue dengan tema pernikahan dan ulang tahun.
Untuk menjaga kualitas, Rosmini menerapkan sistem quality control yang ketat, serta melatih karyawan untuk menjaga standard rasa dan tampilan. Ia juga menyediakan kemasan ramah lingkungan, menjadikan Pare-Pare Pastry berbeda dari bisnis lain.
Keberhasilan yang diraih Rosmini tidak luput dari dukungan keluarga dan komunitas UMKM Pare Pare. Ia sering membagikan pengalaman melalui seminar dan pelatihan, membantu ibu-ibu rumah tangga memulai bisnis kuliner sendiri.
Pare Pare Pastry juga telah meraih beberapa penghargaan, seperti juara Festival Kuliner Pare Pare dan nominasi UMKM inovatif tingkat provinsi Sulawesi Selatan. Produk pastrynya bahkan pernah diangkat ke media nasional sebagai Kue Khas Pare Pare yang Diproduksi Anak Lokal .
Pada tahun 2020, Rosmini mulai memperluas pasar ke kota Makassar dan bahkan Jakarta melalui platform e-commerce. Sistem pengemasan frozen dan kemasan vacuum memungkinkannya mengirimkan kue pastry ke luar Sulawesi dengan kualitas yang tetap fresh. Kini, Pare Pare Pastry sudah memiliki reseller resmi di beberapa kota, dan permintaan kue premium meningkat.
Dengan semangat kolaborasi, Rosmini menggandeng sesama pelaku UMKM Pare Pare untuk memasarkan produk bersama. Hal ini memberikan dampak positif bagi pengembangan kuliner khas Pare Pare dan membuka lapangan kerja baru di kota tersebut.
Jangan takut memulai dari kecil, tetap konsisten dan terus belajar. Yang penting kita berani menampilkan ciri khas kota kita, demikian Rosmini sering berpesan. Ia percaya bahwa usaha kuliner bukan sekedar jualan makanan, tetapi juga membawa identitas dan kebahagiaan bagi masyarakat.
Rosmini juga mendorong pelaku UMKM lain untuk memanfaatkan teknologi, menjaga kualitas, dan membina hubungan dengan pelanggan. Baginya, kunci utama adalah passion dan ketekunan dalam menghadapi setiap tantangan bisnis.
Ke depan, Rosmini berencana membuka bakery Pare Pare Pastry di kota-kota besar di Sulawesi dan Indonesia. Ia juga ingin menghadirkan kelas pelatihan baking bagi anak muda, agar lebih banyak generasi muda Pare Pare yang mampu berwirausaha kuliner secara kreatif.
Melalui Pare Pare Pastry, Rosmini berharap bisa turut mengenalkan keindahan dan keunikan kota Pare Pare kepada masyarakat luas, sekaligus membuka peluang bagi kemajuan ekonomi lokal.
Kisah sukses Rosmini serta Pare Pare Pastry menjadi bukti bahwa tekad, inovasi, dan cinta terhadap daerah bisa membawa perubahan positif. Dari dapur sederhana di Pare Pare, Rosmini telah menciptakan produk kuliner yang menjadi kebanggaan dan mengangkat nama kota di Sulawesi Selatan ini. Kisahnya inspiratif bagi siapapun yang ingin memulai usaha dan membanggakan daerah sendiri melalui karya yang berkualitas.