Sitti Suharti berasal dari Desa Pettuadae, Kecamatan Maros, Sulawesi Selatan. Ia memulai usaha jajanan pasar sejak tahun 2010 dengan modal yang sangat terbatas. Berbekal resep keluarga dan keinginan kuat untuk membantu perekonomian keluarga, Suharti mencoba membuat berbagai macam kue tradisional khas Bugis-Makassar seperti onde-onde, kue lapis, jalangkote, serta putu cangkiri.
Suharti mengerahkan kreativitas dan ketulusan dalam memproduksi jajanan pasar. Ia memasarkan produknya dari rumah ke rumah, menyediakan kue di acara keluarga hingga acara desa. Konsistensi, keuletan, dan sikap pantang menyerah menjadi kunci dalam membangun kepercayaan pelanggan.
Seiring waktu, jajanan pasar buatan Suharti mendapat perhatian dari warga Maros. Ciri khasnya adalah cita rasa otentik, tampilan yang menarik, serta harga terjangkau. Sistem pemasaran bertambah luas ketika Suharti mulai menggunakan media sosial dan aplikasi pesan antar untuk mengenalkan produk-produknya.
Jajanan Pasar Suharti dikenal dengan variasi lebih dari 20 jenis kue tradisional, seperti barongko, buroncong, kue cucur, bolu sarang semut, dan pulut panggang. Setiap produk memiliki ciri khas rasa dan tekstur yang unik, sehingga pelanggan selalu menantikan apa kreasi baru dari dapur Suharti.
Dalam menjalankan usahanya, Suharti tidak hanya mengandalkan resep turun-temurun. Ia juga kerap melakukan inovasi dengan memadukan bahan-bahan lokal dan menyesuaikan dengan selera konsumen modern. Hal ini membuat jajanan pasar Suharti tetap relevan di tengah serbuan makanan instan dan pabrikan.
Ketelatenan Suharti terlihat dari bagaimana ia memperhatikan proses pembuatan, kualitas bahan baku, dan kebersihan dapur. Ia hanya memilih bahan berkualitas, seperti beras ketan asli Maros, kelapa segar, dan gula aren yang didapat dari petani lokal.
Sitti Suharti tidak bekerja seorang diri. Ia melibatkan ibu-ibu sekitar dalam proses produksi jajanan pasar. Dari hanya satu orang, kini lebih dari 20 wanita di desa turut mendapatkan penghasilan dari usaha ini. Suharti percaya, membangun ekonomi lokal harus dimulai dari pemberdayaan komunitas.
Pada hari-hari tertentu, seperti saat ada acara hajatan, pesanan kue Suharti bisa mencapai ribuan potong per hari. Hal tersebut menjadi kesempatan kerja bagi ibu-ibu yang sebelumnya hanya bekerja sebagai petani atau buruh harian.
Perjalanan bisnis Suharti tidak selalu mudah. Tantangan utama adalah persaingan dengan jajanan pasar modern, permodalan yang terbatas, serta kendala distribusi terutama saat pandemi COVID-19. Namun, dengan semangat dan komunikasi yang baik dengan pelanggan, Suharti tetap mampu menjaga loyalitas konsumen.
Ia berinovasi dengan membuat kemasan lebih higienis, memanfaatkan digital marketing, serta menjalin kerjasama dengan toko-toko oleh-oleh dan usaha catering di Maros.
Jajanan Pasar Suharti telah mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah daerah karena berperan dalam pelestarian budaya kuliner dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pada tahun 2022, usaha Suharti masuk nominasi UMKM Berprestasi Maros. Selain itu, jajanan pasar Suharti kerap digunakan sebagai buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Selatan.
Kuliner jajanan pasar tidak hanya soal rasa, namun juga simbol pelestarian budaya. Usaha Suharti berhasil menjaga identitas Maros dan memperkenalkan kekayaan kuliner Sulawesi Selatan kepada generasi muda dan pengunjung dari berbagai daerah.
Suharti kerap diundang sebagai narasumber pada seminar dan pelatihan UMKM tentang pembuatan jajanan pasar, berbagi ilmu dan motivasi pendidikan kewirausahaan bagi ibu rumah tangga lain.
Di tengah perkembangan zaman, Sitti Suharti terus beradaptasi. Ia ingin memperluas pemasaran hingga ke luar negeri melalui platform digital export dan mengikuti pameran-pameran kuliner Nusantara.
Suharti berharap usaha jajanan pasar ini mampu memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Maros dan sekitarnya. Ia juga ingin mendirikan koperasi untuk memperkuat ekonomi ibu-ibu mitra usaha jajanan pasar.
Kisah sukses Sitti Suharti merupakan bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan inovasi mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang. Usaha jajanan pasar Suharti menginspirasi banyak orang untuk tidak mudah menyerah, menjaga tradisi, dan mendukung ekonomi lokal. Sitti Suharti bukan hanya seorang pengusaha kue tradisional, tetapi juga panutan bagi generasi muda dan pejuang UMKM di Sulawesi Selatan.